Awalnya Resensi, Lalu Opini

Dulu tak terbayangkan aku menulis opini untuk koran seperti Kompas. Sewaktu kuliah, kalau tidak menghiasi mading fakultas, paling bagus tulisanku menembus buletin yang diterbitkan beberapa teman. Aku pun lebih cepat menikah ketimbang lulus kuliah. Entahlah, karena aku terlalu bodoh atau aku yang kelewat ganteng?

Selengkapnya

Mahasiswa Disuap BLT?

Pemerintah rencananya akan menggelontorkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk program Bantuan Khusus Mahasiwa (BKM). Bantuan tersebut akan dibagikan mulai bulan Juli kepada 400 ribu mahasiswa dari 83 perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh mengatakan pemberian Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) kepada mahasiswa tidak dimaksudkan untuk membungkam suara yang menolak kenaikan BBM.

Sebaliknya, M Fadjroel Rachman, mengingatkan agar mahasiswa tidak termakan “suap” pemerintah. Katanya, sungguh tak bermoral bila mahasiswa Indonesia menerima uang dari program BKM yang diambil dari dana pengalihan subsidi BBM. Kelihatnnya, Fadjroel sangat khawatir jika BKM bisa meredam amarah mahasiswa kepada pemerintah.

Nah, bagaimana kalau BKM-nya diambil tapi demonya jalan terus?

Indonesia Bisa!

Katanya, Indonesia bisa. Tapi bisa apa ya? O, mungkin pemerintah merasa bisa menaikkan harga BBM lagi meski banyak penolakan. Atau…

Info Beasiswa 2008/2009

Sedang mencari peluang beasiswa ke luar negeri? Kenapa tidak coba cari di sini

Besok 5 Tahun Invasi AS ke Irak, Apa kata Joseph Stiglitz?

bukuBesok, 20 Maret, genap lima tahun invasi AS ke Irak. Menurut Joseph Stiglitz pendudukan itu telah menghabiskan 3 triliun dollar AS bagi negaranya, dan 3 triliun dollar lagi biaya yang harus ditanggung dunia.

Stiglitz mengungkap hal itu dalam buku terbarunya “The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict” yang ditulis bersama koleganya Linda J Bilmes.

Rezim Bush pernah menyatakan bahwa perang hanya membutuhkan 50 miliar dollar AS. Namun, kini jumlah tersebut adalah biaya di Irak hanya untuk 3 bulan.

Bagi Stiglitz, rezim ini jelas tak jujur dan kompeten. Biaya — memakai istilah ekonomi– harus ditanggung paling besar adalah oleh penduduk Irak. Separuh dokter di negara itu terbunuh atau meninggalkan negaranya, pengangguran meroket hingga 25 persen, dan 5 tahun sejak invasi listrik di Irak masih mati selama 8 jam sehari. Penduduk Irak sebanyak 28 juta, tetapi sebanyak 4 juta terusir dan 2 juta lainnya keluar dari tanah airnya.

Stiglitz menulis di Project Syndicate, kini ledakan bom yang menewaskan puluhan orang
sekaligus tak bernilai berita lagi. Namun statistik menunjukkan kematian di Irak melonjak, dari 450.000 pada 40 bulan pertama invasi menjadi 600.000 orang.

Pemenang Nobel ekonomi itu memungkas, bagi AS sebenarnya tak mempunyai perasaan berdebat soal biaya perang di Irak mengingat penderitaan yang dahsyat dialami penduduk negeri seribu satu malam itu.

Saya setuju, ini adalah kejahatan paling telanjang abad XXI.

World Energy Outlook 2006 Sekarang Bisa di-Download Gratis

Perlu data tentang minyak dalam beberapa tahun terakhir? Coba download World Energy Outlook (WEO) 2006 yang sekarang sudah bisa gratis diunduh. Berikut info ringkasnya:

Two visions of the energy future:
- under-invested, vulnerable and dirty, or
- clean, clever and competitive.

Both are explored in this new edition of the authoritative World Energy Outlook.
In it, the International Energy Agency responds to the remit of the G8 world leaders by mapping a new energy future, contrasting it with where we are now headed. WEO 2006 shows how to change course. It counts the costs and benefits - and the benefits win.

World Energy Outlook 2006 also answers these questions:

- is the economic reaction to high energy prices merely delayed?
- is oil and gas investment on track?
- are the conditions shaping up for a nuclear energy revival?
- can biofuels erode the oil monopoly in road transport?
- can 2.5 billion people in developing countries switch to modern energy for cooking?
- is Brazil learning new lessons or teaching the world?

With extensive statistics, detailed projections, analysis and advice, WEO 2006 equips policy makers and the public to re-make the energy future.

Pengalaman Menulis untuk Pemula (1)

Saya sedang reses menulis opini untuk koran. Bedanya dengan anggota DPR, resesnya penulis jelas tidak ada yang bayar. Nah, agar hati tetap riang gembira, izinkan saya berkisah soal dua tulisan terdahulu.

Entah rekor atau bukan, dua opini saya, tahun lalu muncul hanya selang sehari di sebuah koran terkenal terbitan Jakarta. Satu tulisan soal konversi minyak tanah ke gas muncul pada hari Senin, dan satunya lagi soal kaitan agama dan ekonomi, keluar pada hari Rabu tepat sehari sebelum bulan Ramadan.

Saya tahu koran mana pun punya keterbatasan dalam memuat tulisan dari luar. Apalagi jika honorarium yang diberikan kepada para penulis di atas rata-rata. Paling banter dalam sebulan hanya dua tulisan “diizinkan” terbit dari penulis yang sama.

Tapi, saat itu, benar-benar saya tidak sengaja. Saya memang biasa langsung menulis lagi jika sebuah tulisan telah “sukses” terkirim ke meja redaksi. Kalau lewat seminggu tulisan pertama tidak dimuat, segera disusul dengan tulisan lainnya. Begitu seterusnya.

Pikir saya, sebagai penulis pemula, harus lebih rajin mengirimkan tulisan agar peluang dimuat menjadi lebih besar. Siapa tahu koran tersebut sedang kekurangan stok tulisan karena para penulis terkenal sibuk semua.   :)

Tulisan pertama itu sudah lebih dari seminggu tak juga dimuat. Sementara tulisan lain, di komputer, juga sudah hampir rampung. Jadi, ketika tulisan pertama itu dimuat, sudah ada tulisan lain yang antre “minta” dikirim. Dan besoknya, tulisan itu saya lepas dengan misi tunggal yakni agar dimuat pekan berikutnya.

Mungkin sudah rezeki, apalagi ketika itu mau masuk bulan puasa, nyatanya, tulisan dikirim selasa pagi, besoknya sudah nongol di halaman 6 koran tersebut. Ini adalah tulisan tercepat dimuat dalam “catatan rekor” hidup saya ( menemani rekor lainnya: menikah lebih cepat saat masih kuliah :) ).

Jujur saja, ketika tidak bekerja, saya amat mengandalkan penghasilan dari menulis yang setara upah buruh pabrik satu bulan itu. Dengan dua tulisan, artinya tersedia cukup uang untuk nongkrong di warnet. Jadi, kalau ada kawan di AS menyebut saya “pengamat ekonomi”, sejujurnya saya adalah masih pengamat kelas warnet. :)

Kembali ke rezeki saya itu, sepekan kemudian staf dari sekretariat redaksi menelepon ke rumah memberitahu bahwa honorarium sudah ditransfer untuk dua tulisan sekaligus. Entah karena jaraknya berdekatan, yang jelas jumlah yang diterima waktu itu tidak sebesar biasanya.

Kenapa ini perlu saya tulis? Pertama, agar mereka yang hendak “melayani publik” dengan tulisan tetap bergairah menulis dan tidak termakan mitos bahwa “koran besar hanya bisa ditembus orang besar”. Kedua, jangan terlalu dekat mengirimkan tulisan, karena ternyata jika dimuat pun honornya tetap didiskon :) .

Login Error pada WordPress

Saya kaget ketika satu blog saya yang memakai wordpress tidak bisa diakses, termasuk halaman loginnya. Setiap dimasukkan username dan password, yang keluar selalu alert bahwa cookies di blocked.

Setelah membuka forum di wordpress.org, ternyata banyak yang mengalami musibah yang sama terutama setelah upgrade ke wordpress 2.3. Di forum itu sudah muncul beberapa cara untuk mengatasi masalah di atas seperti menambah komentar atau menghilangkannya pada wp-login.php. Yang lainnya menyarankan supaya mengganti theme yang dipakai.

Setelah saya jajal beberapa saran itu, halaman admin tetap tidak bisa diakses. Sampai saya akhirnya coba memakai saran lainny agar menonaktifkan beberapa plugins yang sudah terpasang. Setelah beberapa plugin di-disabled, hasilnya sama saja. Saya tidak bisa login.

Untungnya, ketika satu plugin untuk membuat kutipan dalam tulisan (content) yang kemarin dipasang, halaman admin bisa diakses lagi. Jika punya masalah yang sama, barangkali cara ini bisa dicoba :)

90 Persen Mahasiswa Cinta Syariah?

Sebuah penelitian oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI) menyebutkan, hanya 4,5 persen responden dari kalangan mahasiswa yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Dan sisanya, menurut survei di 5 perguruan tinggi yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya, itu memilih syariah.

Survei seperti itu tentu saja sejalan hasilnya dengan beberapa survei lainnya tentang syariah yang pernah dilakukan seperti oleh PPIM. Temuan dari tahun ke tahun, memang selalu menunjukkan mayoritas publik menghendaki syariah.

Saya yakin, siapa pun, termasuk mahasiswa, jika ditanya apakah mereka menghendaki syariah dalam kehidupan publik? Jawabannya adalah: ya. Jarang ada seorang muslim yang menolak syariah. Meski begitu, biasanya jawaban akan berbeda-beda jika pertanyaan sudah lebih detail.

Soal kampus yg lebih Islami, majalah Time juga pernah melaporkannya. Di universitas sekuler sepeti UI –tulisnya, meski sebenarnya terlalu berlebihan — mahasiswi yang berjilbab sudah separuhnya. Beberapa teman juga sering mengadakan acara “Bincang-bincang Syariah” di kampus itu sejak beberapa tahun lalu.

Jadi, survei semacam itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Saya juga tidak terkejut jika banyak pihak sekarang mendapat proyek de-syariah-isasi setelah mengungkap hasil survei seperti itu :)

Akses Jurnal Gratis, Mau?

Bagi yang membutuhkan akses jurnal online gratis, seorang miliser memberikan daftar di bawah. Saya sendiri banyak mengunduh dari Social Science Research Network (SSRN) dan IDEAS. Selamat menikmati!

Journals

Academy of Marketing Science ReviewAfrican Population StudiesAsian Development Review

Australian Review of Public Affairs

Business Ethics and Organizational Studies

Demographic Research

Econ Journal Watch

Economics Bulletin

Economics, Management and Financial Markets

Economic Policy Review, Federal Reserve Bank of New York

Economic Analysis Working Papers

Electronic Journal of Business Ethics and Organization Studies

Electronic Journal of Business Research Methods

Electronic Journal of Knowledge Management

Engineering Economics

Erasmus Law and Economic Review

Finance Theory and Practice

IMF Staff Papers

International Journal of Applied Econometrics and Quantitative Studies

International Productivity Monitor

International Research Journal of Finance and Economics

International Review of Economics Education

Journal of Business Systems Governance and Ethics

Journal of Finance and Strategic Decisions

Journal of Population Research

Journal of Research for Consumers

Journals of the CESIfo Group

Judgement and Decision Making

Monthly Labor Review

New Pesspectives on Political Economy

Regional Analysis and Policy

Romanian Journal of Regional Science

SOM Working Paper, University of Groningen, the Netherlands

Sustainability: Science, Practice and Policy

The Cato Journal

The European Journal of Comparative Economics

The Review of Network Economics

Theoretical Economics

Vienna Yearbook Population Research

World Bank Policy Research Working Papers

Working Papers on Information Environments, Systems and Organizations

Halaman Berikutnya »


Halaman

Flickr Photos

books

books

car2

car

soeharto6

soeharto5

soeharto4

soeharto3

soeharto2

soeharto

More Photos

Blog Stats

  • 22,029 hits